Program Hibah bina Desa (PHBD) Tahun 2013 Bagi Organisasi Mahasiswa

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengadakan Program Hibah bina Desa (PHBD) Bagi Organisasi Mahasiswa Tahun 2013.

Bagi organisasi mahasiswa yang berminat mengikuti Program Hibah Bina Desa Tahun 2013 agar mengusulkan proposal yang disusun sesuai pedoman. Buku pedoman dapat di download di sini.

Sekilas Program Hibah bina Desa (PHBD) Tahun 2013 Bagi Organisasi Mahasiswa

Program Hibah Bina Desa adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh para mahasiswa melalui organisasi mahasiswa baik Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Mahasiswa yang tergabung di dalam sebuah organisasi sebagai pelaksana Program Hibah Bina Desa ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.

Tujuan
Tujuan penyelenggaraan program adalah sebagai berikut:

  1. memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berperan aktif dalam pembangunan, yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan membantu meningkatkan taraf ekonomi dan ilmu pengetahuannya;
  2. menumbuhkan empati dan kepedulian mahasiswa pada lingkungan;
  3. menerapkan Ipteks dalam tim kerja yang bersifat interdisipliner;
  4. menanamkan nilai kepribadian, keuletan, etos kerja dan tanggungjawab serta karakter bangsa yang berdasarkan Pancasila;
  5. mengembangkan kemampuan berfikir analitis dan logis.

Sasaran

Adapun sasaran penyelenggaraannya adalah sebagai berikut:

  1. menghasilkan mahasiswa/lulusan yang berkarakter positif yang peduli, ulet dan kreatif, bertanggung jawab dan mampu bekerjasama untuk memberdayakan masyarakat untuk aktif, kreatif, dan inovatif dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat desa;
  2. menciptakan hubungan kerjasama yang baik antara mahasiswa, penyelenggara pendidikan (pemerintah), perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dengan masyarakat khususnya yang tinggal di pedesaan;
  3. mengurangi permasalahan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan yang dihadapi masyarakat desa;
  4. menuntun masyarakat ke arah kehidupan yang lebih mandiri, sehat, aktif dan berdaya;
  5. menciptakan desa binaan yang aktif sebagai etalase kampus.

RUANG LINGKUP
Lingkup substantif PHBD ini meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan yang memiliki penekanan pada hal-hal berikut:
1. Kegiatan yang diusulkan harus bersifat strategis berdasarkan potensi dan identifikasi masalah masyarakat;
2. Tema harus sesuai dengan yang telah ditentukan; dan
3. Kegiatan harus memiliki roadmap yang jelas, terutama aspek partisipasi masyarakat dan keberlanjutan.

Beberapa tema strategis terkait pemberdayaan masyarakat yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat dan bangsa, antara lain:

1. Pengentasan kemiskinan;
2. Perubahan Iklim dan keragaman hayati;
3. Energi baru dan terbarukan;
4. Ketahanan dan keamanan pangan;
5. Kesehatan, penyakit tropis, gizi & obat-obatan;
6. Pengelolaan bencana;
7. Integrasi nasional dan harmoni sosial;
8. Otonomi daerah dan desentralisasi;
9. Seni dan budaya/industri kreatif;
10. Infrastruktur, transportasi dan teknologi pertahanan;
11. Teknologi informasi dan komunikasi; dan
12. Pembangunan manusia dan daya saing bangsa.

Sedangkan lingkup teritorialnya adalah satu desa diantara seluruh desa yang tersebar di seluruh Indonesia dan terjangkau oleh perguruan tinggi pelaksana, khususnya yang belum mandiri dan sejahtera.

PERSYARATAN
1. Persyaratan Administratif
a. Proposal Program Hibah Bina Desa diberi sampul warna putih.
b. Setiap proposal Program Hibah Bina Desa wajib menyertakan SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BEKERJASAMA (dengan meterai yang cukup) dari kelompok masyarakat sasaran yang diketahui oleh pemerintah desa.
c. Proposal yang dinyatakan didanai akan diumumkan di Laman www.dikti.go.id dan melalui surat yang dikirimkan ke setiap organisasi/perguruan tinggi pengusul.
2. Persyaratan Penulisan Proposal
a. Proposal ditulis mengikuti sistematika penulisan sesuai kriteria yang tercantum dalam buku pedoman ini, tidak lebih dari 15 halaman.
b. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia;
c. Bagian kelengkapan administratif yang meliputi halaman judul, nama/daftar anggota kelompok, halaman pengesahan, diberi nomor halaman menggunakan angka Romawi-kecil, dan diketik di sebelah kanan-bawah (i, ii, dan seterusnya).
d. Tabel diberi judul dengan penomoran tabel sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul tabel ditulis di atas tabel dengan nomor tabel menggunakan angka Arab.
e. Gambar dalam bentuk grafik maupun foto diberi judul dengan penomoran gambar sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul gambar ditulis di bawah gambar dengan nomor gambar menggunakan angka Arab.
3. Persyaratan Pengajuan Proposal
a. Diajukan oleh ketua pelaksana;
b. Diketahui oleh pimpinan organisasi pengusul (IOMS, BEM, UKM) dan Dosen Pembimbing yang ditugaskan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi bidang kemahasiswaan;
c. Melampirkan Surat Keputusan Organisasi Mahasiswa dari Pimpinan Perguruan Tinggi atau Dirjen Dikti.
d. Disetujui oleh Pimpinan Perguruan Tinggi bidang kemahasiswaan.
e. Proposal dikirim dalam bentuk hardcopy sebanyak 2 (dua) eksemplar (Kode Amplop: PHBD, ditulis di pojok kiri) dan softcopy (CD), paling lambat 31 Maret 2013, ke alamat:
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gedung-D Lt.7 Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan Jakarta 10270
f. Proposal yang lolos seleksi dan didanai akan diumumkan di laman www.dikti.go.id dan pemberitahuan atau undangan melalui surat.

JADWAL KEGIATAN

No. Kegiatan Bulan
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Sosialisasi Program  X
2 Pengajuan dan penerimaan proposal  X
3 Seleksi proposal  X
4 Pengumuman hasil seleksi  X
5 Workshop dan Penandatanganan kontrak  X
6 Perbaikan Proposal  X
7 Pelaksanaan  X  X  X  X
8 Monev  X
9 Lokakarya Hasil di PT  X
10 Laporan dan Publikasi  X